Selasa, 12 November 2013

Aku Kamu Jarak

Aku kamu jarak..
sudah selama ini kita bersama dan ada jarak diantaranya..
kamu tidak perlu tau bagaimana khawatirnya aku malam-malam yang aku lalui dengan begitu banyak prasangka hati..
kamu tidak ingin tau bagaimana hati ini lelah sendiri menebak-nebak sedang apa kamu disana? menimbang-nimbang, apakah kamu disana benar-benar memikirkan aku tanpa ada dia disela-selanya?
aku tidak ingin bertemu, karna bertemu denganmu cuma memantik bara api rindu..
jika saja jarak ini bisa ku habiskan dengan mengayuh, berenang, bahkan berlari, akan aku lakukan sayangnya jarak ini tidak seperti itu..
jarak sering memperparah malam-malamku..
aku tidak sanggup lagi dengan apa yang ada diantara kita,sebuah jarak semu..
kamu dan aku duduk berdua, tapi kita sendiri-sendiri..
banyak orang bilang jarak bukanlah apa-apa bagi cinta, tapi tidak begitu dengan jarak yang sedang aku hadapi ini..
ini soal jarak antara cinta..
jarak antara cinta dan tidak sama sekali..
ini bukan soal tempat, jarak soal ini soal rasa..
kita berdua terpisah oleh perasaan yang berbeda, jarak antara tiga hati..
aku padamu, kamu padanya..

By: Daraprayoga (@landakgaul)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Long Distance

Long Distance Relationship
Ini tentang mereka yang menjadi korban jarak dan waktu


Mereka sangat hebat, sudah berjalan sejauh ini bersama, berdua, bercinta di tempat yang berbeda. Mereka tampak sangat lelah, berjuang melawan jarak dan waktu. Itu sudah menjadi kekuatan mereka untuk tetap bertahan. Mereka tidak sama seperti pasangan yang lain. Yang dengan mudahnya bertemu, bergandengan tangan, dan bertatap muka, melewati tiap-tiap hari bersama. Mereka tidak dapat berdiri berdekatan ketika kesedihan telah menghampiri, sekedar untuk membelai lembut rambut hanya untuk menenangkan suasana. Itu saja tidak mudah. Mereka selalu tak sabar menunggu malam tiba hanya untuk menyapa dan menyarakan ridndu, berbagi cerita di hari ini. Walau hanya sebatas telepon genggam. Mereka tak peduli walaupun tersenyum, tertawa, bahkan menangis memeluk telepon genggam. Mereka tak peduli apapun ketika mereka sudah saling mengungkap rindu. Itu sudah lebih dari cukup. Dalam setiap langkah dan perbuatan, mereka tidak luput untuk saling mengucap nama di dalam doa mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari jauh” Sederhana bukan? Mereka sangat hebat. Mereka belajar banyak tentang arti kesetiaan yang saat ini sulit di dapat, tentang pengertian jarak dan waktu, tentang kepercayaan, tentang pengorbanan, tentang perjuangan. Aku percaya pada suatu saat mereka akan bersatu, mereka akan saling bergandeng tangan, tertawa bersama dan mengusap air mata yang sudah terlalu banyak jatuh karena jarak dan waktu.

Minggu, 14 Juli 2013

Fcking Problem

Serius ya aku gak tau harus ngomong gimana lagi,kamu kok egois ya? Maaf sebelumnya, aku juga sadar diri kalo aku lebih egois dari kamu. Tapiloh kan kamu udah cari kebahagiaanmu, tapi kenapa kamu masih aja mengusikku sih? Kenapa mesti cari kesalahanku? Aku lo bisa gaya kaya kamu yang sok berkuasa. Maaf sih kalo aku pernah nyiksa kamu. Aku udah berusaha minta maaf dengan sebaik-baiknya. Tapi nyatanya? Kamu enak enakan bilang ke anak-anak aku gak tau diri gak minta maaf sok-sokan. Heeeei,,, kamu temen bukan?? Kenyataannya beda, aku udah pasrah kamu selalu ngehina aku dibelakang. DIBELAKANG COK!. Gitu bilangnya aku yang suka ngerasani dibelakang. Ealah podo ae gitu. Sujud syukur aku masih punya temen yang terima aku apa adanya. Lah kamu? Temenmu emang banyak, tapi apa ada temenmu yang bisa bikin kamu nyaman, tentram? Malah temenmu salah pergaulan semua. Disini bukan maksut hati ingin ajak tengkar, tapi biarin aku bernafas, tersenyum. Kamu lo cewek beruntung. Sopo cowok seng gak arep ambek kamu? GAK ONOK HE. Lah aku? Aku elek, kon ayu. Aku lemu, kon gak sepiro. Barangmu brand kabeh, aku yo lumayan se. Tapi aku tetep bersyukur kok sante ae.

Kamis, 25 April 2013

Belajar Merelakan

Bacotan cinta -_-
Merelakan ?

“Kita bakal tersenyum kalo orang yang kita cintai juga tersenyum bahagia. Entah dengan siapapun. Tetapi kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita (orang yang mencintainya). Yaaaaaah walau senyum dan kebahagiaannya harus dengan orang yang dia cintai dan orang yang dia cintai itu bukan kita”

                Mungkin kata-kata itu bohong, munafik. Bagaimana mungkin kita bisa ngerelain orang yang kita cintai dengan orang lain. Pasti sakit. Mungkin hati kita akan hancur. Saat tau kebahagiaan yang di cari adalah bukan dengan kita.
                Saat dia masih dengan orang yang di cintai, lihat dia. Mungkin wajah sedihnya akan lenyap dengan kebahagiaan yang dia hasilkan berdua dengan seseorang. Senyumnya, wajahnya, matanya seolah-olah mengisyaratkan “ini loh kebahagiaan yang aku cari”. Dan saat kamu lihat wajah bahagianya, aku yakin kamu pasti melupakan dengan siapa dia sekarang. Dan aku yakin pasti wajahmu ikut tersenyum melihatnya (yaa walaupun miris). Ketauhilah, kebahagiaannya adalah kebahagiaan mu, dan kebahagiaan mu bukan kebahagiaanya.
                Saat dia ngga lagi dengan orang yang di cintai. Tatap matanya dalam-dalam, lihat perubahan dari dirinya. Lihat wajahnya yang lekat dengan kesedihan. Tarik nafas dalam-dalamm lihat tubuhnya, pikirkan perubahan itu, dan tutup matamu sejenak. Dan kamu akan dapati pipimu yang basah dengan air mata. Aku yakin bahwa hatimu terucap “Cari kebahagiaanmu. Aku rela walaupun kebahagiaan itu bukan dengan aku. Karena aku ngga mampu lihat dirimu yang sekarang ini. Aku rindu dengan senyum di wajah yang katamu tampan itu. Cari seseorang yang bisa kamu ajak untuk mengukir kebahagiaan di setiap lembar kehidupanmu itu. Berjuanglah. Disini, aku mendukungmu. Walau sedikit perih sih”
                Dengan ngga sadar, kamu sudah merelakan dia. Mencintai seseorang adalah hak mu, tapi memiliki dirinya bukan sepenuhnya dari hakmu. Relakan dia, demi mencari kebahagiaan. Kan kebahagiaannya itu untuk kamu. Dia pingin lihat kamu bahagia dengan cara lain. Dan cintai dia sekuat raga hatimu. “Percayalah, dia akan selalu ada dalam hatimu jika kamu tetap mencintainya”

Mungkin Terlalu Berharap ?


Mungkin Terlalu Berharap...

                Hai. masih tetep kan? Yakan? Benerkan? Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu merasakan perasaan yang aneh. Setap hari rasanya beda. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hariku. Seakan kamu yang mengendalikan fungsi otakku. Aku menjadi takut kehilangan kamu. Aku sulit jauh darimu. Salahkan jika kamu aku nomorsatukan?
                Tapi entah kenapa sikapmu ngga seperti sikapku? Perhatianmu ngga sedalam perhatianku? Tatapan matamu ngga setajam tataapan mataku? Apa ada kesalahan dariku? Apa kamu sekarang merasakan apa yang aku rasakan?
                Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku. Apa dosa jika aku sering menunggu kabar darimu? Aku selalu merasa kehilangan kamu sampai sekarang. Kamu pergi tanpa meminta izin. Hmm minta izin? Memang aku ini siapamu? Kekasihmu? Bukan lagi. Hadir dalam mimpimu saja aku sudah bersyukur. Apalagi bisa kembali padamu.mungkinkah? Bisakah?
                Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati. Lihat aku yang hanya diam dan membisu. Tatap aku yang menyayangimu tulus  namun kamu hempaskan begitu saja. Seberapa tidak pentingnya aku? Apa aku hanya persimpangan jalan yang selalu kamu abaikan dan kamu tinggalkan? Apa aku ngga berharga? Apa aku hanya boneka yang selalu ikut aturanmu? Dimana letak hatimu?
                Aku ngga bisa bicara banyak, dan juga ngga ingin mengutarakan semua yang udah terjadi. Aku ngga berhak berbicara tentang cinta. Aku ngga mungkin bisa berkata rindu. Aku ngga bisa apa-apa selain hanya memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku dengan Tuhan.
                Apa aku ngga pantas bahagia bersamamu? Hmm kurasa terlalu banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku masih menyayangimu yang belum terntu juga masih menyayangiku. Aku sudah bukan siapa-siapa lagi di matamu dan aku ngga akan pernah jadi siapa-siapa lagi. Sebenarnya aku masih pingin tau dimana aku letakan hatiku yang selama ini aku kasih ke kamu? Tapi kurasa kamu enggan menjawab. Siapa lagi seseorang yang beruntung telah memiliki kamu?
                Hmm kurasa benar mungkin aku terlalu banyak berharap. Aku yang ngga menyadari dimana posisiku dan letakmu yang sungguh jauh dari genggaman tangan. Entah ini tulus apa bodoh!.
                Tenanglah ngga perlu memperhatikanku lagi, aku terbiasa tersakiti kok. Ngga perlu basa-basi aku bisa sendiri kok. Daaan kamu pasti ngga sadar, aku bohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.
                Menjauhlah, aku hanya ingin dekat-dekat dengan kesepian aja, disana lukaku terobati, disana ngga kutemu orang sepertimu, yang dengan mudah berganti-ganti topeng. Tau ah.....

Sabtu, 26 Januari 2013

Renungan

MENJADI SAHABAT ALLAH

                Manusia adalah makhluk sosial, tentunya makhluk sosial dalam hidupnya berhubungan dengan sesama. Hubungan yang sangat dekat dan karib melebihi hubungan yang lainnya disebut sahabat.
                Dengan sahabat kita bisa saling memberi, menguatkan, menghibur bahkan mencurahkan isi hati baik suka maupun duka. Dengan persahabatan kita bisa memahami apa yang berkenan dan yang tidak berkenan kepada sahabat kita.
                Dalam bacaan Mazmur 25 : 14, bagaimana kita diajarkan untuk memiliki hubungan yang special (karib) dengan Allah  yang melalui persahabatan.
                Allah ingin kita memiliki ikatan denganNya. Dengan persahabatan, kita bisa mengetahui apa yang diinginkan Allah, apa yang berkenan dan apa yang tidak berkenan. Dengan persahabatan juga, Allah ingin dilibatkan dalam segala kegiatan, percakapan, masalah hidup bahkan setiap pemikiran kita sehari-hari.
                Syarat mutlak yang di kehendaki Allah yaitu rasa hormat dan “takut” kepadaNya. “Takut” bukan berarti ngeri (ketakutan), tetapi hormat dan takjub akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Dengan “takut” kita bisa mengetahui apa yang berkenan dan tidak berkenan kita lakukan. Dengan “takut” kita bisa menempatkan Allah dalam posisiNya yang kudus, firmanNya yang kudus sehingga tidak sembarang menyebut namaNya dan firmanNya dalam kehidupan kita.
                Bagaimana dengan keadaan kita, apakah kita sudah menjadi sahabat yang sejati bagi Allah? Dalam firmannya, Allah telah menyediakan rahasia janji-janjiNya bagi kita yang hormat dan menjadi sahabat yang sejati bagi DIA.
Selamat, Tuhan Memberkati

“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan dia, dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka” Mazmur 25 : yang hormat dan menjadi sahabat yang sejati bagi DIA.
Selamat, Tuhan Memberkati

“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan dia, dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka” Mazmur 25 : 14

Pnt. Christian F. Gultom

Sabtu, 19 Januari 2013

Teknik Menulis Skenario

Pembuatan sebuah film harus direncanakan sematang mungkin. Salah satu bagian dari produksi film yang terpenting adalah penulisan skenario. Skenario termasuk unsur yang dibutuhkan paling awal sebagai rancangan membuat film. Ketika sebuah skenario telah selesai, maka sebenarnya film telah selesai dibuat pula dalam bentuk tertulis.

Lantas bagaimana cara menulis skenario? Berikut ini akan dipaparkan teknik menulis skenario yang diambil dari beberapa sumber di internet.

IDE CERITA

Oke, mungkin yang pertama ingin diketahui oleh orang yang ingin membuat skenario untuk film adalah langkah pertama. Apa sih yang paling pertama dilakukan dalam membuat skenario?

Yap, the first step is IDE CERITA.

Ide cerita yang ada di kepala sebaiknya langsung dituangkan kedalam tulisan. Cukup ke dalam satu kalimat. Contohnya: tentang seorang pemuda yang jatuh cinta kepada wanita yang tak pernah bisa ia ajak bicara, atau tentang seorang jagoan yang diutus kebumi untuk menumpas kejahatan. Dalam bahasa Inggris, biasanya wujudnya seperti ini: the story tells us about a maid that goes to a dance party in a castle, atau, about a father that always lie to his son.

Apapun bentuknya, biasanya subyek yang ditulis di awal kalimat selalu manusia. Mungkin ada beberapa yang mau membuat subyeknya non-manusia, seperti binatang, matahari, air, waktu, atau apapun. Namun biasanya akan menemui kesulitan dalam pengembangannya karena subyek-subyek non-manusia kadang tidak bisa melakukan aksi dan jarang sekali memiliki problem yang menarik. Seandainya tetap ingin membuat subyek non-manusia, biasanya subyek tersebut tetap “dimanusiakan”, atau dipersonifikasikan, dan tetap memiliki karakter-karakter manusia.

Contoh ide cerita: sepesang kekasih yang telah menikah saat kelas dua SMA dan memiliki seorang anak.

CERITA DASAR

Ide cerita yang cuma satu kalimat harus dikembangkan kedalam cerita dasar (basic story), yang isinya tidak lebih dari satu halaman folio dengan spasi satu setengah dan font times new roman ukuran 12. Biasanya cerita dasar berkisar setengah halaman saja. Isi dari cerita dasar itu ada keterangan tempat dan waktu, keterangan tokoh-tokoh yang muncul dalam cerita, problem-problem utama, serta penyelesaian. Jangan malu-malu untuk menulis akhir dari cerita yang dibuat, jangan disimpan-simpan sendiri atau untuk membuat surprise orang. Tidak ada orang yang bisa anda kejutkan dalam proses penulisan skenario.

KARAKTER

Dalam skenario yang akan kita buat, akan muncul tokoh-tokoh. Kita harus membuat dan mengenalinya lebih dalam. Gunanya banyak. Kita akan tahu bagaimana tokoh tersebut berdialog, berpikir dan bertindak. Kita akan tahu bagaimana si tokoh akan memecahkan masalah. Juga bagaimana koflik antara satu tokoh dengan tokoh lain.
Pada tahap pencarian pemain (casting), penjelasan karakter juga sangat membantu untuk menemukan pemain yang cocok untuk memerankan tokoh yang dibuat. Selanjutnya, bagi pemain itu sendiri akan lebih mudah untuk memahami karakter tokoh yang harus dimainkannya.

Untuk mengembangkan karakter tokoh, kita bisa melakukannya dengan memberikan data mengenai : nama lengkap dan panggilan, agama, umur, hubungan keluarga dan pertemanan, kegemaran (ilmu pengetahuan, film, musik, olahraga, bacaan, makanan), ciri-ciri fisik, intelejensia, gaya busana, cara berbicara, sifat, tempat tinggal, dan lain-lain.

Contoh perincian karakter: Sinta, cewek SMA usia 18 tahun, tidak terlalu pintar. Tatap matanya genit, murah senyum, rambutnya yang ikal panjang sampai ke punggung, dan tubuhnya ramping. Seorang cewek glamour yang selalu tampil seksi. Hobi jalan-jalan dan shopping. Tinggal di sebuah komplek perumahan elit. Orang tua sangat sibuk, jarang di rumah.

LOKASI

Untuk membuat adegan, kita harus menentukan set dan lokasi (tempat adegan berlangsung) terlebih dahulu. Ini akan memudahkan kita untuk menentukan adegan. Sedang apa, posisinya dimana, dari mana, menuju kemana, melihat apa atau memandang ke arah mana.

Tempat kejadian berlangsung itu bisa berupa set yang dibangun di studio, misalnya ruang-ruang dalam rumah seperti teras, ruang tamu, ruang tengah, kamar, dapur atau kita menggunakan bagian dari bangunan rumah yang sebenarnya. Yang dimaksud set tidak selalu harus rumah, tapi juga jalan atau tempat lain.

Penjelasan set ini, selain berguna bagi kita ketika membuat skenario, juga berguna sebagai petunjuk bagi set builder untuk membangun set di studio atau bagi unit produksi untuk mencarikan bagunan yang akan dijadikan sebagai set yang sesuai dengan tuntutan skenario.

PLOT

Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis skenario sebagaimana dalam penulisan novel maupun cerpen. Struktur plot lazimnya terdiri dari 3 (tiga) babak yaitu set up atau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah. Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario.

Bentuk plot secara sederhana adalah sebagai berikut :

Babak I : Pada liburan kenaikan kelas dua, Sinta mengadakan party di rumahnya. Pesta usai dan teman-teman pulang. Karena dalam keadaan mabuk, Sinta menerima ajakan Andre, teman sekelasnya yang masih disitu, untuk bersetubuh. Sinta hamil. Untunglah Andre mau bertanggung jawab. Kelas dua SMA mereka resmi jadi suami istri dan beranak satu.

Babak II : Mereka masih labil. Menyelesaikan masalah dengan emosi. Sinta menuduh Andre selingkuh dengan Ratna, teman satu tim Andre di eskul basket. Andre tak terima, dia juga menuduh Sinta main belakang dengan Renald, kakak kelas mereka. Pertengkaran mewarnai hari-hari.

Babak III : Suatu hari ketika mereka bertengkar hebat, anak mereka yang masih belum genap setahun menagis keras. Minta susu. Sementara susu habis. Uang mereka juga tipis. Pada akhirnya mereka berjuang bersama untuk membelikan susu anaknya. Di tengah perjuangan membelikan susu, mereka sadar bahwa bertengkar terus tak ada guna. Ada anak mereka yang harus dipikirkan. Happy ending.

OUTLINE

Outline adalah susunan urutan adegan per adegan secara lebih rinci. Jadi bisa dikatakan bahwa outline adalah penjabaran dari plot. Contoh outline adalah sebagai berikut :
1. Di Rumah Sinta :
1.1. Sinta berjoged bersama teman-temannnya, mengikuti dentuman house music,
1.2. Sinta dan Andre saling curi-curi pandang,
1.3. Karena kebanyakan minum Sinta mabuk, party hampir usai,
1.4. Teman-teman sinta pulang, Andre terlihat enggan pulang,
1.5. Andre menyusul Sinta yang menuju kamar tidur, dst

SCENE

Scene atau scene heading merupakan informasi tentang adegan. Scene heading umumnya terdiri dari nomor scene, INT/EXT, lokasi adegan, dan waktu adegan. INT singkatan dari interior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di dalam ruangan. sedangkan EXT singkatan dari exterior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan. Adapun bentuk scene heading adalah sebagai berikut :

1. INT. RUMAH SINTA – MALAM

ACTION
Action atau aksi adalah keterangan mengenai kejadian dalam setiap scene atau adegan yang merupakan penjabaran dari outline yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk Scene 1 dapat ditulis sebagai berikut :
INT. RUMAH SINTA – MALAM
Sinta berjoged bersama teman-temannya mengikuti dentuman house music.

DIALOG & PARENTHETICAL
Dialog adalah kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh karakter dalam adegan. Sedangkan parenthetical adalah pentunjuk aksi atau ekspresi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog. Misalnya emosi, sedih, menangis, tersenyum, tertawa, dan sebagainya. Adapun dialog yang mengiringi perjalanan scene yang menunjukkan suara hati atau pikiran dari karakter tanpa melafalkan dialog digunakan istilah Voice Over (V.O), sedangkan dialog tanpa menampilkan karakter dalam adegan digunakan istilah Off Screen (O.S). Contoh dialog dan parenthetical adalah sebagai berikut :

1. INT. RUMAH SINTA - MALAM
Sinta dengan tank top dan rok mininya begitu enerjik berjoged bersama teman-temannya. Kedua tangannya diangkat ke atas dan berputar-putar mengikuti dentuman musik. Sementara kepalanya mengangguk-angguk.
SINTA

(V.O)

Hidup ini harus dirayakan. Harus berpesta. Aku tak pernah tahu, kenapa orang-orang masih punya alasan untuk bersedih. Bukankah hidup ini sudah susah? Kenapa pula hati selalu diliputi sedih, takut, bimbang, kecewa, ah bullshit! Bersenang-senang lah, berpesta lah!

ATURAN BAKU
Dalam menulis skenario terdapat beberapa aturan baku, di antaranya:
1. Font Courier New
2. Ukuran/size 12.
3. Spasi satu (1). Bukan satu setengah, bukan dua

Ketiga format dasar di atas ada hubungannya dengan durasi film. Secara internasional sudah diakui bahwa dengan font courier new, size 12 dan spasi 1, maka satu halaman skenario sama dengan satu menit film. 120 halaman skenario = 120 menit film, atau dua jam.

Pernyataan ini pun sebenarnya masih tergantung juga pada seberapa detil penjelasan visual di skenario tersebut, dan berapa perbandingan antara penjelasan visual/action, dengan dialognya.

ISTILAH PENTING
Ø BCU (BIG CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang sangat dekat. Biasanya, untuk gambar-gambar kecil agar lebih jelas dan detail, seperti anting tokoh.

Ø CU (CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang cukup dekat. Biasanya, untuk menegaskan detail sesuatu seperti ekspresi tokoh yang penting, seperti senyum manis atau lirikan mata. Tokoh biasanya muncul gambar wajah saja.
Ø COMMERCIAL BREAK: Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
Ø CREDIT TITLE: Penayangan nama tim kreatif dan orang yang terlibat dalam sebuah produksi
Ø CUT BACK TO: Transisi perpindahan dalam waktu yang cepat untuk kembali ke tempat sebelumnya. Jadi, ada satu kejadian di satu tempat, lalu berpindah ke tempat lain, dan kembali ke tempat semula.
Ø CUT TO: Perpindahan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi bersamaan, tetapi di tempat yang berbeda atau kelanjutan adegan di hari yang sama.
Ø DISSOLVE TO: Perpindahan dengan gambar yang semakin lama semakin kabur sebelum berpindah ke adegan berikutnya.
Ø ESTABLISHING SHOT: Pengambilan gambar secara keseluruhan, biasa disingkat ESTABLISH saja.
Ø EXT.(EXTERIOR): Menunjukan tempat pengambilan gambar diluar ruangan.
Ø FADE OUT: Perpindahan gambar dari terang ke gelap secara perlahan.
Ø FADE IN: Perpindahan gambar dari gelap ke terang secara perlahan.
Ø FLASHBACK: Ulangan atau kilas balik peristiwa. Biasanya, gambarnya dibedakan dengan gambar tayangan sekarang.
Ø FLASHES: Penggambaran sesuatu yang belum terjadi dalam waktu cepat; contohnya: orang melamun.
Ø FREEZE: Aksi pada posisi terakhir. Harus diambil adegan yang terjadi pada tokoh utama dan dapat membuat penonton penasaran sehingga membuat penonton bersedia menunggu kelanjutannya.
Ø INSERT: Sisipan adegan pendek, tetapi penting di dalam satu scene.
Ø INTERCUT: Perpindahan dengan cepat dari satu adegan ke adegan lain yang berbeda dalam satu kesatuan cerita.
Ø INT. (INTERIOR): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
Ø LS (LONG SHOT): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
Ø MAIN TITLE: Judul cerita pada sinetron atau film.
Ø MONTAGE: Beberapa gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.
Ø OS (ONLY SOUND): Suara orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang mendengarnya.
Ø PAUSE: Jeda sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.
Ø POV (POINT OF VIEW): Sudut pandang satu atau beberapa tokoh terhadap sesuatu yang memegang peranan penting untuk tokoh yang bersangkutan.
Ø SCENE: Berarti adegan atau bagian terkecil dari sebuah cerita.
Ø SLOW MOTION: Gerakan yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.
Ø SFX (SOUND EFFECT): Untuk suara yang dihasilkan di luar suara manusia dan ilustrasi musik. Misalnya, suara telepon berdering, bel sekolah, dll.
Ø SPLIT SCREEN: Adegan berbeda yang muncul pada satu frame atau layar.
Ø TEASER: Adegan gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus mengikuti cerita.
Ø VO (VOICE OVER): Orang yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak bergerak.