Long Distance Relationship
Ini tentang mereka yang menjadi korban jarak dan waktu
Mereka sangat hebat, sudah berjalan sejauh ini
bersama, berdua, bercinta di tempat yang berbeda. Mereka tampak sangat lelah,
berjuang melawan jarak dan waktu. Itu sudah menjadi kekuatan mereka untuk tetap
bertahan. Mereka tidak sama seperti pasangan yang lain. Yang dengan mudahnya
bertemu, bergandengan tangan, dan bertatap muka, melewati tiap-tiap hari
bersama. Mereka tidak dapat berdiri berdekatan ketika kesedihan telah menghampiri,
sekedar untuk membelai lembut rambut hanya untuk menenangkan suasana. Itu saja
tidak mudah. Mereka selalu tak sabar menunggu malam tiba hanya untuk menyapa
dan menyarakan ridndu, berbagi cerita di hari ini. Walau hanya sebatas telepon
genggam. Mereka tak peduli walaupun tersenyum, tertawa, bahkan menangis memeluk
telepon genggam. Mereka tak peduli apapun ketika mereka sudah saling mengungkap
rindu. Itu sudah lebih dari cukup. Dalam setiap langkah dan perbuatan, mereka
tidak luput untuk saling mengucap nama di dalam doa “mendoakanmu adalah caraku
memelukmu dari jauh” Sederhana bukan? Mereka sangat hebat. Mereka
belajar banyak tentang arti kesetiaan yang saat ini sulit di dapat, tentang
pengertian jarak dan waktu, tentang kepercayaan, tentang pengorbanan, tentang
perjuangan. Aku percaya pada suatu saat mereka akan bersatu, mereka akan saling
bergandeng tangan, tertawa bersama dan mengusap air mata yang sudah terlalu
banyak jatuh karena jarak dan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar