Coba tanya
ke diri dita sendiri. Apa alasannya pengen pacaran? Apakah pengen dicintai atau
pengen mencintai? Mencintai dan dicintai itu dua hal yang berbeda, sama seperti
memberi dan diberi. Jika kamu masuk dalam hubungan pacaran karena ingin
dicintai, hasilnya akan beda dengan kamu masuk ke dalam hubungan pacaran karena
ingin mencintai.
Sekarang
bayangin kita ada dalam suatu relationship, entah itu pacaran atau merit
(kawin) eh (nikah). Kalau kita nyari pacar karena merasa kekurangan cinta,
terus nuntut pasangan untuk mencintai kita, Kita bakal bikin banyak aturan ke
dia karena merasa berhak mengatur dia. Kalau dia punya uang, cinta, waktu,
perhatian, semuanya harus dikasih ke kita. Harus bayar. Bedanya sihhh ini cuma defisi kita sendiri.
Pada
dasarnya pasangan nggak berhutang apapun sama kamu cieelahhhh.
Esensi cinta
itu memberi. Semua orang tahu pacaran itu soal berbagi kebahagiaan, tapi banyak
orang malah sibuk meminta. Memberi dengan tulus itu enak banget loh, bikin
ketagihan juga. Apalagi ngeliat ekspresi pasangan saat kita memberi ke dia.
Hmm. Kalau dia pasangan yang cerdas, dia pasti pengen ngerasain hal yang sama
sehingga dia akan ikut memberi sesuai dengan kemampuan maksimal dia mencintai.
Itulah relationship, kamu memberi, dia memberi. Bukan dia memberi karena kamu
sibuk meminta padahal kamu nggak memberi apa-apa selain masalah dan tuntutan.
Ini satu
prinsip: Kita nggak bisa jadi bahagia dengan meminta seseorang mencintai kita.
Itu seperti meletakkan kewajiban diri kamu sendiri ke pundak orang lain. Lalu
protes saat kamu nggak mendapatkannya.