Bacotan cinta -_-
Merelakan ?
“Kita bakal tersenyum
kalo orang yang kita cintai juga tersenyum bahagia. Entah dengan siapapun.
Tetapi kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita (orang yang mencintainya).
Yaaaaaah walau senyum dan kebahagiaannya harus dengan orang yang dia cintai dan
orang yang dia cintai itu bukan kita”
Mungkin
kata-kata itu bohong, munafik. Bagaimana mungkin kita bisa ngerelain orang yang
kita cintai dengan orang lain. Pasti sakit. Mungkin hati kita akan hancur. Saat
tau kebahagiaan yang di cari adalah bukan dengan kita.
Saat dia masih dengan orang yang
di cintai, lihat dia. Mungkin wajah sedihnya akan lenyap dengan kebahagiaan yang
dia hasilkan berdua dengan seseorang. Senyumnya, wajahnya, matanya seolah-olah
mengisyaratkan “ini loh kebahagiaan yang aku cari”. Dan saat kamu lihat wajah
bahagianya, aku yakin kamu pasti melupakan dengan siapa dia sekarang. Dan aku
yakin pasti wajahmu ikut tersenyum melihatnya (yaa walaupun miris). Ketauhilah,
kebahagiaannya adalah kebahagiaan mu, dan kebahagiaan mu bukan kebahagiaanya.
Saat dia ngga lagi dengan orang
yang di cintai. Tatap matanya dalam-dalam, lihat perubahan dari dirinya. Lihat
wajahnya yang lekat dengan kesedihan. Tarik nafas dalam-dalamm lihat tubuhnya,
pikirkan perubahan itu, dan tutup matamu sejenak. Dan kamu akan dapati pipimu
yang basah dengan air mata. Aku yakin bahwa hatimu terucap “Cari kebahagiaanmu. Aku rela
walaupun kebahagiaan itu bukan dengan aku. Karena aku ngga mampu lihat dirimu
yang sekarang ini. Aku rindu dengan senyum di wajah yang katamu tampan itu.
Cari seseorang yang bisa kamu ajak untuk mengukir kebahagiaan di setiap lembar
kehidupanmu itu. Berjuanglah. Disini, aku mendukungmu. Walau sedikit perih sih”
Dengan ngga sadar, kamu sudah
merelakan dia. Mencintai seseorang adalah hak mu, tapi memiliki dirinya bukan
sepenuhnya dari hakmu. Relakan dia, demi mencari kebahagiaan. Kan
kebahagiaannya itu untuk kamu. Dia pingin lihat kamu bahagia dengan cara lain.
Dan cintai dia sekuat raga hatimu. “Percayalah, dia akan selalu ada dalam
hatimu jika kamu tetap mencintainya”