Mungkin
Terlalu Berharap...
Hai. masih tetep kan?
Yakan? Benerkan? Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu
merasakan perasaan yang aneh. Setap hari rasanya beda. Kamu hadir membawa
banyak perubahan dalam hariku. Seakan kamu yang mengendalikan fungsi otakku.
Aku menjadi takut kehilangan kamu. Aku sulit jauh darimu. Salahkan jika kamu
aku nomorsatukan?
Tapi entah kenapa sikapmu ngga
seperti sikapku? Perhatianmu ngga sedalam perhatianku? Tatapan matamu ngga
setajam tataapan mataku? Apa ada kesalahan dariku? Apa kamu sekarang merasakan
apa yang aku rasakan?
Kamu mungkin belum terlalu paham
dengan perasaanku. Apa dosa jika aku sering menunggu kabar darimu? Aku
selalu merasa kehilangan kamu sampai sekarang. Kamu pergi tanpa meminta izin.
Hmm minta izin? Memang aku ini siapamu? Kekasihmu? Bukan lagi. Hadir dalam
mimpimu saja aku sudah bersyukur. Apalagi bisa kembali padamu.mungkinkah?
Bisakah?
Janjimu terlalu banyak, hingga
aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati. Lihat aku yang hanya diam
dan membisu. Tatap aku yang menyayangimu tulus
namun kamu hempaskan begitu saja. Seberapa tidak pentingnya aku? Apa aku
hanya persimpangan jalan yang selalu kamu abaikan dan kamu tinggalkan? Apa aku
ngga berharga? Apa aku hanya boneka yang selalu ikut aturanmu? Dimana letak
hatimu?
Aku ngga bisa bicara banyak, dan
juga ngga ingin mengutarakan semua yang udah terjadi. Aku ngga berhak berbicara
tentang cinta. Aku ngga mungkin bisa berkata rindu. Aku ngga bisa apa-apa
selain hanya memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku dengan
Tuhan.
Apa aku ngga pantas bahagia
bersamamu? Hmm kurasa terlalu banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku masih
menyayangimu yang belum terntu juga masih menyayangiku. Aku sudah bukan
siapa-siapa lagi di matamu dan aku ngga akan pernah jadi siapa-siapa lagi.
Sebenarnya aku masih pingin tau dimana aku letakan hatiku yang selama ini aku
kasih ke kamu? Tapi kurasa kamu enggan menjawab. Siapa lagi seseorang yang
beruntung telah memiliki kamu?
Hmm kurasa benar mungkin aku
terlalu banyak berharap. Aku yang ngga menyadari dimana posisiku dan letakmu
yang sungguh jauh dari genggaman tangan. Entah ini tulus apa bodoh!.
Tenanglah ngga perlu
memperhatikanku lagi, aku terbiasa tersakiti kok. Ngga perlu basa-basi aku bisa
sendiri kok. Daaan kamu pasti ngga sadar, aku bohong jika aku bisa begitu mudah
melupakanmu.
Menjauhlah, aku hanya ingin
dekat-dekat dengan kesepian aja, disana lukaku terobati, disana ngga kutemu
orang sepertimu, yang dengan mudah berganti-ganti topeng. Tau ah.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar