MENJADI
SAHABAT ALLAH
Manusia
adalah makhluk sosial, tentunya makhluk sosial dalam hidupnya berhubungan
dengan sesama. Hubungan yang sangat dekat dan karib melebihi hubungan yang
lainnya disebut sahabat.
Dengan sahabat
kita bisa saling memberi, menguatkan, menghibur bahkan mencurahkan isi hati
baik suka maupun duka. Dengan persahabatan kita bisa memahami apa yang berkenan
dan yang tidak berkenan kepada sahabat kita.
Dalam bacaan
Mazmur 25 : 14, bagaimana kita diajarkan untuk memiliki hubungan yang special
(karib) dengan Allah yang melalui
persahabatan.
Allah ingin
kita memiliki ikatan denganNya. Dengan persahabatan, kita bisa mengetahui apa
yang diinginkan Allah, apa yang berkenan dan apa yang tidak berkenan. Dengan persahabatan
juga, Allah ingin dilibatkan dalam segala kegiatan, percakapan, masalah hidup
bahkan setiap pemikiran kita sehari-hari.
Syarat mutlak
yang di kehendaki Allah yaitu rasa hormat dan “takut” kepadaNya. “Takut” bukan
berarti ngeri (ketakutan), tetapi hormat dan takjub akan kebesaran dan
kekuasaan Allah. Dengan “takut” kita bisa mengetahui apa yang berkenan dan
tidak berkenan kita lakukan. Dengan “takut” kita bisa menempatkan Allah dalam
posisiNya yang kudus, firmanNya yang kudus sehingga tidak sembarang menyebut
namaNya dan firmanNya dalam kehidupan kita.
Bagaimana dengan
keadaan kita, apakah kita sudah menjadi sahabat yang sejati bagi Allah? Dalam firmannya,
Allah telah menyediakan rahasia janji-janjiNya bagi kita yang hormat dan
menjadi sahabat yang sejati bagi DIA.
Selamat, Tuhan Memberkati
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan dia, dan
perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka” Mazmur 25 : yang hormat dan
menjadi sahabat yang sejati bagi DIA.
Selamat, Tuhan Memberkati
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan dia, dan
perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka” Mazmur 25 : 14
Pnt. Christian F. Gultom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar