Sabtu, 24 Agustus 2013

Long Distance

Long Distance Relationship
Ini tentang mereka yang menjadi korban jarak dan waktu


Mereka sangat hebat, sudah berjalan sejauh ini bersama, berdua, bercinta di tempat yang berbeda. Mereka tampak sangat lelah, berjuang melawan jarak dan waktu. Itu sudah menjadi kekuatan mereka untuk tetap bertahan. Mereka tidak sama seperti pasangan yang lain. Yang dengan mudahnya bertemu, bergandengan tangan, dan bertatap muka, melewati tiap-tiap hari bersama. Mereka tidak dapat berdiri berdekatan ketika kesedihan telah menghampiri, sekedar untuk membelai lembut rambut hanya untuk menenangkan suasana. Itu saja tidak mudah. Mereka selalu tak sabar menunggu malam tiba hanya untuk menyapa dan menyarakan ridndu, berbagi cerita di hari ini. Walau hanya sebatas telepon genggam. Mereka tak peduli walaupun tersenyum, tertawa, bahkan menangis memeluk telepon genggam. Mereka tak peduli apapun ketika mereka sudah saling mengungkap rindu. Itu sudah lebih dari cukup. Dalam setiap langkah dan perbuatan, mereka tidak luput untuk saling mengucap nama di dalam doa mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari jauh” Sederhana bukan? Mereka sangat hebat. Mereka belajar banyak tentang arti kesetiaan yang saat ini sulit di dapat, tentang pengertian jarak dan waktu, tentang kepercayaan, tentang pengorbanan, tentang perjuangan. Aku percaya pada suatu saat mereka akan bersatu, mereka akan saling bergandeng tangan, tertawa bersama dan mengusap air mata yang sudah terlalu banyak jatuh karena jarak dan waktu.