Minggu, 04 Mei 2014

MENCINTAI ATAU DICINTAI?


Coba tanya ke diri dita sendiri. Apa alasannya pengen pacaran? Apakah pengen dicintai atau pengen mencintai? Mencintai dan dicintai itu dua hal yang berbeda, sama seperti memberi dan diberi. Jika kamu masuk dalam hubungan pacaran karena ingin dicintai, hasilnya akan beda dengan kamu masuk ke dalam hubungan pacaran karena ingin mencintai.
Sekarang bayangin kita ada dalam suatu relationship, entah itu pacaran atau merit (kawin) eh (nikah). Kalau kita nyari pacar karena merasa kekurangan cinta, terus nuntut pasangan untuk mencintai kita, Kita bakal bikin banyak aturan ke dia karena merasa berhak mengatur dia. Kalau dia punya uang, cinta, waktu, perhatian, semuanya harus dikasih ke kita. Harus bayar. Bedanya sihhh  ini cuma defisi kita sendiri.
Pada dasarnya pasangan nggak berhutang apapun sama kamu cieelahhhh.
Esensi cinta itu memberi. Semua orang tahu pacaran itu soal berbagi kebahagiaan, tapi banyak orang malah sibuk meminta. Memberi dengan tulus itu enak banget loh, bikin ketagihan juga. Apalagi ngeliat ekspresi pasangan saat kita memberi ke dia. Hmm. Kalau dia pasangan yang cerdas, dia pasti pengen ngerasain hal yang sama sehingga dia akan ikut memberi sesuai dengan kemampuan maksimal dia mencintai. Itulah relationship, kamu memberi, dia memberi. Bukan dia memberi karena kamu sibuk meminta padahal kamu nggak memberi apa-apa selain masalah dan tuntutan.
Ini satu prinsip: Kita nggak bisa jadi bahagia dengan meminta seseorang mencintai kita. Itu seperti meletakkan kewajiban diri kamu sendiri ke pundak orang lain. Lalu protes saat kamu nggak mendapatkannya.

1 komentar: